Isu Strategis Transformasi Digital Pengawasan BPKP

.

JAKARTA (22/2) - Rudy M. Harahap selaku Kepala Pusat Informasi Pengawasan yang juga Chief of Digital Transformation BPKP mempresentasikan isu-isu strategis terkait dengan transformasi digital pengawasan BPKP kepada Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Dalam presesentasinya, Rudy menyatakan bahwa isu-isu transformasi digital pengawasan BPKP tidak bisa dilepaskan dari isu-isu strategis yang menjadi perhatian auditor internal di dunia.

Isu-isu tersebut adalah auditor internal harus terus memberikan insights yang didukung dengan data ke dewan (board) atau rapat kabinet, terus melakukan audit dengan dukungan teknologi informasi, mendalami pendekatan akas (agile approach) dalam pengawasan intern, dan terus melihat risiko-risiko yang berkembang di masa depan.

Katanya, tampak jelas bahwa teknologi informasi sangat berperan penting dalam pengawasan intern. Hal itu juga tidak terlepas dari peran mengintegrasikan (integrating roles) dari BPKP yang akan memungkinkan BPKP berada pada level 4 menurut ukuran auditor internasional, seperti Internal Audit Capability Model (IACM). 

Transformasi digital pengawasan BPKP juga tidak bisa dilepaskan dari program reformasi BPKP 2020-2024. Dalam rancangan program reformasi ini, transformasi digital menjadi milestone yang sangat penting, yaitu dengan governansi teknologi informasi, penataan proses bisnis, tanda tangan digital, dan pengembangan executive dashboard

Dalam paparannya, Rudy kemudian menguraikan bahwa isu-isu strategis transformasi digital pengawasan BPKP adalah terkait dengan rerangka pengembangan (development framework); manajemen data, struktur, dan sumber daya manusia (data management, structure, and human resources); sistem-sistem aplikasi, dan infrastruktur teknikal. 

Diuraikan olehnya, bahwa rerangka pengembangan dalam transformasi digital pengawasan BPKP harus memperhatikan berbagai pengembangan seperti membangun berbagai rumah bersama, yaitu Rumah Kebijakan, Rumah Visualisasi, Rumah Data, Rumah Operasi, Rumah Konsolidasi, Rumah Komunikasi, dan Rumah Tetangga (kementerian/lembaga/pemerintah daerah/korporasi). Jika ini berhasil dibangun, maka kebijakan yang ada di Istana Presiden akan dapat dengan cepat dirumuskan. 

Dari segi manajemen data, struktur, dan sumber daya manusia, ia menguraikan isu-isu strategis pentingnya adalah terkait dengan pengungkitan (leveraging) laporan hasil pengawasan agar bisa memberikan informasi yang strategis ke Presiden, pengembangan data analytics dan machine learning, pengembangan sumber daya manusia seperti data scientists, pemberian tunjangan kinerja yang equal untuk semua jenis jabatan fungsional di BPKP termasuk pranata komputer, serta perubahan struktur Sekretariat Utama menjadi Deputi Strategi, Riset, dan Teknologi Pengawasan. 

Dari segi sistem-sistem aplikasi, Rudy menguraikan isu-isu strategis terkait pengembangan data lake, executive dashboard, website untuk publik, content management, dan digital signature. Di sisi lain, terkait infrastruktur teknikal, ia menyampaikan isu-isu strategis terkait transformasi digital pengawasan BPKP adalah bagaimana memastikan akses internet terus terjaga, penggunaan software berlisensi, enterprise architecture, dan ketersediaan sistem. 

Presentasi dihadiri juga oleh Sekretaris Utama BPKP, para Kepala Pusat lainnya, Inspektur BPKP, para Koordinator, dan para Sub Koordinator.

 

(ed:rmh; ph:sny)