Program Pamsimas Dorong Pendekatan Berbasis Masyarakat

.

MANSINAM (30/04) - Program penyedia air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan masyarakat dan pendekatan yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Kedua pendekatan tersebut dilakukan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk menumbuhkan prakarsa, inisiatif, dan partisipasi aktif masyarakat dalam memutuskan, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengoperasikan, dan memelihara sarana yang telah dibangun serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Pelaksanaan program pamsimas tahun 2021 di Provinsi Papua Barat telah dimulai di 44 kampung pada 10 kabupaten, untuk Manokwari ada 4 kabupaten salah satunya di wilayah Mansinam.

Kemarin (30/4), Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Didik menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Kegiatan IBM Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Barat Marsudi mengungkapkan air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari terutama saat pandemi COVID-19 dimana protokol Kesehatan mengharuskan kita rajin mencuci tangan.

“Kita tidak mungkin menghimbau masyarakat untuk rajin cuci tangan sementara air yang disediakan tidak ada atau tidak layak untuk digunakan,” ujarnya. 

Program pamsimas bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan sehingga sasaran program pamsimas adalah kabupaten yang memiliki cakupan pelayanan air minum pedesaan yang belum mencapai akses seratus persen.

“Kegiatan ini juga selalu dibarengi dengan teman-teman pengawasan, kami melakukan kolaborasi sehingga nanti sasaran ini tepat sasaran dan bisa bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat,” lanjut Marsudi.

Dalam sambutannya, Bupati  Manokwari Hermus Indou berharap adanya program ini dapat membangkitkan motivasi kerja, serta menambah infrastruktur berskala kecil ditingkat kampung. 

“Semoga melalui program ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk saling mendukung dan menggalang kepedulian dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 sekaligus memastikan 100 % terhadap penyediaan sanitasi yang layak serta bekelanjutan,” kata Hermus.

Kegiatan dimulai dengan pelepasan tenaga kerja dan penyematan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dilanjutkan peletakan batu pertama yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Manokwari serta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Barat.

Kegiatan dilaksanakan di Dusun Salobar, Kampung Mansinam, Distrik Manokwari Timur dan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Wakapolres Manokwari, Dandim 1801/Manokwari, Kepala OPD di Manokwari, dan Kepala Distrik Manokwari Timur.

(Kominfo BPKP Pabar)