BPKP Aceh Lakukan Exit Meeting Hasil Perhitungan HPP Pupuk Urea PT PIM

Banda Aceh (27/10) – Perwakilan BPKP Aceh melakukan exit meeting terkait hasil perhitungan Harga Pokok  Produksi (HPP) pupuk urea PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM). Exit Meeting tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran direksi bersama jajaran KSPI sedangkan dari BPKP dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan, Indra Khaira Jaya, Koorwaspok JFA Bidang Akuntan Negara, Ikhwansyah dan tim teknis perhitungan HPP.

Kepala Perwakilan dalam pemaparannya menjelaskan bahwa dalam rangka memenuhi permintaan dan komitmen untuk membantu PT PIM meningkatkan kinerjanya terkhusus dalam produksi pupuk, telah melakukan pendampingan perhitungan HPP pupuk urea yang akan dijual secara komersial. Pendampingan perhitungan HPP dilakukan mulai dari stok pupuk yang ada, parameter biaya utama (gas dan biaya bunga untuk pendanaan) serta biaya pendukung (impression amortisasi dan biaya pergudangan).

Pendampingan dilakukan bersama dengan tim Satuan Pengawas Internal (SPI) telah menghasilkan HPP pupuk yang rasional dan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Hasil ini merupakan hasil perhitungan yang akan menjadi bahan masukan untuk direksi sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk penjualan pupuk yang ada sebanyak 60 ribu ton.

Hasil kerja tim BPKP berkolaborasi dengan SPI PT PIM mendapat apresiasi dari Direktur Utama PT PIM, Yanuar Budinorman dan jajaran direksi. Beliau sekaligus mengucapkan terima kasih atas respon dan kecepatan kerja tim teknis yang menghasilkan HPP rasional mendekati harga yang ditetapkan oleh holding PT Pupuk Indonesia, sehingga bisa menjadi dasar yang sangat kuat bagi direksi dalam mengambil diskresi berupa keputusan penjualan stok pupuk yang saat ini membebani pergudangan dan lokasi penyimpanan di Lhokseumawe. Selanjutnya Yanuar beserta jajaran mengharapkan kerjasama yang baik antara BPKP dan PT PIM untuk dapat dilanjutkan kedepan dalam mendukung perbaikan kinerja PT PIM.

 

(Kominfo Perwakilan BPKP Aceh)