Kaper BPKP Kalbar Didaulat Sampaikan Kultum di Masjid Raya Mujahidin

Pontianak (3/5)—Kaper BPKP Kalbar Dikdik Sadikin sampaikan tausiyah kultum di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Mengambil tema pengawasan, Kaper menekankan pentingnya perilaku anti korupsi dengan berpuasa di bulan ramadhan yang seharusnya mendorong kesadaran umat untuk merasa selalu diawasi oleh Yang Maha Tinggi.

Setelah sebelumnya Gubenur, jajaran Forkopimda dan para pejabat vertikal di daerahKalimantan Barat mendapatkan kesempatan untuk memberikan tausiah kultum shalat tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontiank, kini giliran Kepala Perwakilan (Kaper)  BPKP Kalbar Dikdik Sadikin pada malam Ramadhan ke-22 atau 3 Mei 2021 didaulat menjadi penyampai kultum.Tema tausiyah adalah pengawasan dengan landasan agama. Bentuk pengawasan itu adalah ajakan melakukan kebaikan (amar makruf) dan mencegah kemungkaran (nahi mungkar) yang dilandasi dengan iman kepada Allah sesuai Qur’an Surat Ali-Imron ayat 110, dikaitkan dengan nilai nilai yang terkandung dalam Ramadhan.

“Tausiyah ini menjadi sebuah sarana sosialiasi pengawasan yang dikemas secara religidan disiarkan kepada umat Islam. Karena, pada hakikatnya pengawasan tertinggi adalah pengawasan dari Allah SWT kesadaran untuk merasa selalu di awasi Allah itulah yang harus dibangun kala kita berpuasa di bulan Ramadhan. Apabila nilai-nilai puasa dihayati, tentu akan menekan perilaku yang tidak diridhai Allah, antara lain korupsi,” demikian disampaikan Kaper BPKP Kalbar Dikdik Sadikin di hadapan jama’ah shalat tarawih Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Sekaitan dengan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan, dimana Allah menjanjikan malam lailatul qadar sebagai reward pahala yang luar biasa bagi umatnya, maka Kaper mendorong agar jamaah meningkatkan kualitas ibadahnya dengan optimal.  

"Kalau untuk dunia saja kita bisa mati-matian untuk sesuatu yang tidak dibawamati, maka marilah kita sekarang mati-matian untuk sesuatu yang bakal dibawa mati," imbau Kaper Dikdik dalam tausiyahnya yang turut disaksikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha BPKP Kalbar Puji Basuki, Kasubag Umum BPKP Kalbar Slamet Dadang Kurniadi, Subkoordinator Keuangan BPKP Kalbar Lilik Prasetyo, dan segenap PFA BPKP Kalbar.

Dalam hal anti korupsi dikaitkan dengan ibadah di Bulan Ramadhan, Dikdik menekankan nilai-nilai keutamaan Ramadhan kepada seluruh jama’ah di segala aspek kehidupan sehari-hari.

Adapun nilai keutamaan anti korupsi yang dimaksud yakni pertama adalah pengendalian diri. “Salah satu penyebab tindakan korupsi yakni adalah ketidakmampuan seseorang untuk dapat mengendalikan dirinya dari nafsu sehingga muncul keserakahan. Hal tersebut juga dibuktikan dengan banyaknya orang yang memiliki kecukupan materi namun masih melakukan tindakan korupsi,” kata Kaper BPKP Kalbar itu.

Adapun yang kedua adalah rasa selalu diawasi oleh Allah SWT. Meski tidak ada orang lain yang melihat, tetapi orang yang melakukan ibadah puasa akan terbangun rasa senantiasa diawasi oleh Allah yang Maha Melihat.

Di samping itu, untuk poin ketiga, dengan berpuasa kita ingat kematian. Mengapa demikian? Karena dengan ibadah di bulan puasa Allah akan melipat gandakan pahala sebagai bekal saat kembali ke akhirat. Sedangkan perilaku korupsi justru akan mengurangi bekal itu.

“Bagi yang berniat korupsi, ingatlah pada kematian. Karena, pada akhirnya, setiap yang bernafas akan menemui ajalnya. Kapan anda dikafani, ya kapan kapan. Karena maut tidak mengenal waktu. Orang boleh saja membeli jam, tapi tidak akan bisa membeli waktu. Bahkan dalam Al-Qur’an dikatakan ketika orang dicabut nyawanya, banyak yang meminta menunda satu hari saja untuk menambah bekal akhiratnya yang dirasa sedikit, tapi tidak dikabulkan. Bayangkan, bagaimana cemburunya mereka apabila didalam kubur mereka dapat melihat kita memiliki waktu yang berlimpah, namun senantiasa melalaikannya,” ujar Kaper.

Untuk itu, Dikdik mengajak dalam hari-hari terakhir Ramadhan itu agar jamaah meraup seoptimal mungkin bekal akhirat dari ibadah yang dilakukan.

Semoga tausiyah kultum yang disampaikan Kaper BPKP Kalbar malam itu dapat menggugah jamaah Masjid Raya Mujahidin Pontianak, untuk dapat menghayati dan meningkatkan kualitas ibadah,  sekaligus membangun rasa pengawasan di dalam diri jamaah sebagai hamba dari Yang Maha Tinggi.

 

Kominfo BPKP Kalbar/FW