BPKP Kalbar Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Beras

Pontianak(21/7)—Demi memastikan bantuan beras sampai kepada masyarakat dengan jumlah dan kualitas yang telah ditetapkan, Kaper BPKP Kalbar bersama Kadivre Bulog Kalbar, Kadinsos Kota Pontianak dan Inspektur Kota Pontianak terjun langsung ke Gudang Bulog dan lokasi pembagian beras langsung ke masyarakat.

“Beras yang disalurkan melalui Bulog harus sesuai dengan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan kualitas yang telah ditetapkan untuk disalurkan secara tepat waktu. Karena hal ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di masa PPKM Darurat Pontianak, maka kami secara khusus hadir disini guna memastikan bantuan ini menjadi berkah bagi warga,” demikian disampaikan Kepala Perwakilan (Kaper) BPKP Kalbar Dikdik Sadikin saat melakukan pemantauan penyaluran bantuan beras di Kelurahan Darat Sekip, Pontianak pada Rabu, 21 Juli 2021.

Hadir bersama Kaper pada pemantauan itu, Kepala Divre Bulog Kalbar M Rizal Mulyawan Latief, Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Damarnelly dan Inspektur Kota Pontianak Sri Sujiarti, Korwas AN BPKP Kalbar Anto Hendrarto bersama Tim BPKP Kalbar.

Kadinsos Kota Pontianak Darmanelly mengatakan bahwa data yang dipegang oleh Bulog Kalbar masih belum mencerminkan jumlah KPM di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). “DTKS ini secara aplikasi online dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sebenarnya sudah kami update di Pemko Pontianak. Namun, setelah kami bandingkan dengan data yang dipegang Bulog yang juga bersumber dari Kemensos sebanyak 19.452 KPM, ternyata di data DTKS yang telah kami update tercantum 22.854 KPM. Sehingga masih terdapat 3.402 KPM di Pontianak yang diperkirakan layak tetapi belum dimasukan ke dalam daftar. Namun demi kelancaran penyaluran bantuan, yang telah terdata di Bulog silakan disalurkan. Sisanya akan kami koordinasikan kembali dengan Kemensos, atau kami ambil alih penanganannya,” ujar Nelly.

Terkait dengan data KPM, Kepala Divre Bulog Kalbar M Rizal Mulyawan Latief mengatakan bahwa hal itu berdasarkan daftar yang diterimanya dari pusat yang bersumber dari Kemensos. “Berdasarkan data KPM itu, kami telah siapkan beras yang akan disalurkan segera dengan jatah 10 kg per KPM dalam batas waktu satu bulan penyaluran. Adapun kualitas beras yang disalurkan adalah medium dengan harga pengadaan yang telah ditetapkan oleh pusat,” demikian dijelaskan Rizal.

Menanggapi kesenjangan data, Inspektur Kota Pontianak Sri Sujiarti akan melakukan reviu atas data tersebut dan berkoordinasi dengan BPKP Kalbar sehingga dapat diperoleh kejelasan mengenai selisih tersebut.

Lepas dari permasalahan data, pemantauan langsung di Gudang Beras Bulog dan lokasi penyaluran bantuan beras di Kelurahan Darat Sekip, Pontianak menunjukkan beras yang tersedia telah memenuhi kriteria kualitas dan jumlah yang disampaikan kepada KPM sesuai data.

Adapun prosedur pembagian beras dipusatkan di kantor kelurahan dengan KPM membawa KTP dan KK. Lurah Darat Sekip Teguh Yuliarto mengatakan bahwa pihaknya telah mengatur agar antrean pembagian bantuan beras dapat terkoordinasi secara tertib dan mengikuti protokol kesehatan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga. Agar berkah yang diterima berupa bantuan beras itu tidak berujung menjadi musibah berupa penyebaran virus. Nuansa keberkahan itu terasa dengan ucapan terima kasih yang disampaikan warga atas bantuan yang diterimanya.

Kaper BPKP Kalbar Dikdik Sadikin menyampaikan apresiasi atas upaya dalam rangka membawa keberkahan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya di daerah yang diberlakukan PPKM Darurat. “Pemantauan atas kegiatan ini akan senantiasa dilakukan oleh BPKP bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) daerah dan pihak terkait lainnya seperti Dinas Sosial, Bulog dan Kantor Pos, guna memastikan upaya pemerintah secara konkrit dapat memenuhi harapan warga. Dengan demikian, kehadiran pengawasan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Kaper.

 

Kominfo BPKP Kalbar/FW